Pondasi Tiang: Pengertian, Bahan dan Cara Membuatnya

0 Comments

Kondisi tanah di wilayah Surabaya dan sekitarnya merupakan daerah yang terletak di dataran rendah. Kondisi geofisik kawasaan berdasarkan jenis tanah di Surabaya dikelompokkan atas; tanah lempung (alluvial), endapan pasir lumpur, endapan lumpur, dan endapan pasir. Jenis tanah yang paling banyak ditemukan adalah alluvial. Dengan keterangan struktur tanah tersebut, untuk kontruksi pembanguan diperlukan pondasi tiang. Setiap wilayah tergantung berapa dalam lapisan kerasnya dan beban yang ditumpu pada pondasi tiangnya.

Pondasi tiang adalah suatu struktur pondasi berbentuk tiang yang penempatannya kedalam lapisan tanah dengan kedalaman sampai tanah pendukung (keras).  Pondasi tiang mampu menahan gaya orthogonal ke sumbu tiang dengan jalan menyerap lenturan. Pondasi tiang dibuat menjadi satu kesatuan yang monolit dengan menyatukan pangkal tiang pancang yang terdapat dibawah konstruksi, dengan tumpuan pondasi. 

Jenis-jenis Pondasi Tiang:

Kualitas Bahan

Nama Tiang

Cara Pembuatan

Bentuk

Tiang Baja

Tiang pipa baja

Di sambung secara elektris, diarah datar, mengeliling

Bulat

Tiang dengan flens lebar (Penampang H)

Diasah dalam keadaan panas,dilas

H

Tiang beton

Tiang beton Pracetak

Tiang beton bertulang pracetak

Diaduk dengan gaya sentrifugal

Diaduk dengan penggetar

Bulat

Segitiga

Dan lain-lain

Tiang beton  prategang pracetak

Sistim penarikan awal

Sistim penarikan akhir

Bulat

Tiang yang dicor di tempat

Tiang alas

Tiang Beton Raymond

Sistim pemancangan

 

Bulat

Dengan menggoyangkan semua tabung pelindung.

Dengan membor tanah.

Dengan pemutaran berlawanan arah.

Dengan pondasi dalam

Sistim pengeboran

Contoh; Pondasi Tiang
Contoh; Pondasi Tiang Pracetak
Contoh; Pondasi Tiang yang Dicor Ditempat

Berikut adalah cara pemancangan tiang;

1. Cara pengeboran, yaitu dengan membor tanah sebelumnya, lalu tiang dimasukkan kedalamnya dan ditimbun tanah kembali.

2. Cara pengeboran pada sumbu tiang, dimana tiang ditanamkan dengan mengeluarkan tanah dari bagian dalam tiang

3. Cara pemancangan dengan tekanan, dimana tiang dipancangkan ke dalam tanah dengan memberikan tekanan pada tiang.

4. Cara pemancaran, dimana tanah pondasi “diganggu” dengan sumburan air yang keluardari ujung serta keliling tiang, sehingga tiang dapat          dipancangkan kedalam tanah.

5. Cara pengecoran tiang di tempat (cast in place) adalah suatu cara dimana tiang dicetak menurut lubang pada tanah yang berbentuk seperti          tiang, kemudian ke dalam lubang ini dituangkan adukan beton.

6. Cara PIP (pile in place), yaitu dengan alat pembor yang dapat menyingkirkan tanah, sekaligus sambil menuangkan adukan beton dan dinding      lubang dijaga supaya tidak runtuh sehingga adukan tersebut akan berbentuk tiang setelah mengeras.

7. Cara MIP (mixed in place) adalah suatu cara dimana suatu tanah pondasi dicampur dengan adukan beton, agar membentuk suatu tiang di            dalam tanah.

Ada beberapa cara pada kontruksi tiang ini, tetapi jelas ada pula hambatan-hambatan atau pembatasan dalam pemakaian dan macam tiang yang akan dipergunakan. Hambatan-hambatan itu terutama disebabkan oleh kondisi tanah pondasi, yaitu kedalaman dan tebal lapisan pendukung, ketebalan dan kekerasan lapisan antara, muka air tanah dan lain-lainnya. Selanjutnya, akhir-akhir ini kondisi lingkungan juga begitu mempengaruhi, sehingga suara, getaran, dan pengaruh bangunan yang berdekatan menjadi faktor yang sangat penting dalam pemilihan kontruksi tiang yang akan dipakai, sebelum memperkirakan ekonomis dari pondasi tersebut.