Pondasi Tiang: Pengertian, Bahan dan Cara Membuatnya
Kondisi
tanah di wilayah Surabaya dan sekitarnya merupakan daerah yang terletak di
dataran rendah. Kondisi geofisik kawasaan berdasarkan jenis tanah di Surabaya
dikelompokkan atas; tanah lempung (alluvial),
endapan pasir lumpur, endapan lumpur, dan endapan pasir. Jenis tanah yang
paling banyak ditemukan adalah alluvial.
Dengan keterangan struktur tanah tersebut, untuk kontruksi pembanguan
diperlukan pondasi tiang. Setiap wilayah tergantung berapa dalam lapisan
kerasnya dan beban yang ditumpu pada pondasi tiangnya.
Pondasi tiang adalah suatu struktur pondasi
berbentuk tiang yang penempatannya kedalam lapisan tanah dengan kedalaman
sampai tanah pendukung (keras). Pondasi
tiang mampu menahan gaya orthogonal ke sumbu tiang dengan jalan menyerap
lenturan. Pondasi tiang dibuat menjadi satu kesatuan yang monolit dengan
menyatukan pangkal tiang pancang yang terdapat dibawah konstruksi, dengan
tumpuan pondasi.
Jenis-jenis Pondasi Tiang:
|
Kualitas
Bahan |
Nama
Tiang |
Cara
Pembuatan |
Bentuk
|
|
|
Tiang
Baja |
Tiang
pipa baja |
Di
sambung secara elektris, diarah datar, mengeliling |
Bulat
|
|
|
Tiang
dengan flens lebar (Penampang H) |
Diasah
dalam keadaan panas,dilas |
H |
||
|
Tiang
beton |
Tiang
beton Pracetak |
Tiang
beton bertulang pracetak |
Diaduk
dengan gaya sentrifugal Diaduk
dengan penggetar |
Bulat Segitiga Dan
lain-lain |
|
Tiang
beton prategang pracetak |
Sistim
penarikan awal Sistim
penarikan akhir |
Bulat |
||
|
Tiang
yang dicor di tempat |
Tiang
alas Tiang
Beton Raymond |
Sistim pemancangan
|
Bulat |
|
|
Dengan
menggoyangkan semua tabung pelindung. Dengan
membor tanah. Dengan
pemutaran berlawanan arah. Dengan
pondasi dalam |
Sistim pengeboran |
|||
Berikut adalah cara pemancangan tiang;
1. Cara pengeboran, yaitu dengan membor tanah sebelumnya, lalu tiang dimasukkan kedalamnya dan ditimbun tanah kembali.
2. Cara pengeboran pada sumbu tiang, dimana tiang ditanamkan dengan mengeluarkan tanah dari bagian dalam tiang
3. Cara pemancangan dengan tekanan, dimana tiang dipancangkan ke dalam tanah dengan memberikan tekanan pada tiang.
4. Cara pemancaran, dimana tanah pondasi “diganggu” dengan sumburan air yang keluardari ujung serta keliling tiang, sehingga tiang dapat dipancangkan kedalam tanah.
5. Cara pengecoran tiang di tempat (cast in place) adalah suatu cara dimana tiang dicetak menurut lubang pada tanah yang berbentuk seperti tiang, kemudian ke dalam lubang ini dituangkan adukan beton.
6. Cara PIP (pile in place), yaitu dengan alat pembor yang dapat menyingkirkan tanah, sekaligus sambil menuangkan adukan beton dan dinding lubang dijaga supaya tidak runtuh sehingga adukan tersebut akan berbentuk tiang setelah mengeras.
7. Cara MIP (mixed in place) adalah suatu cara dimana suatu tanah pondasi dicampur dengan adukan beton, agar membentuk suatu tiang di dalam tanah.
Ada beberapa cara pada kontruksi tiang
ini, tetapi jelas ada pula hambatan-hambatan atau pembatasan dalam pemakaian
dan macam tiang yang akan dipergunakan. Hambatan-hambatan itu terutama
disebabkan oleh kondisi tanah pondasi, yaitu kedalaman dan tebal lapisan pendukung,
ketebalan dan kekerasan lapisan antara, muka air tanah dan lain-lainnya.
Selanjutnya, akhir-akhir ini kondisi lingkungan juga begitu mempengaruhi,
sehingga suara, getaran, dan pengaruh bangunan yang berdekatan menjadi faktor
yang sangat penting dalam pemilihan kontruksi tiang yang akan dipakai, sebelum
memperkirakan ekonomis dari pondasi tersebut.





