Macam – macam sumur disekitar kita beserta pengertiannya

0 Comments

Macam – macam sumur disekitar kita beserta pengertiannya.Dalam kehidupan kita sehari-hari tidak luput dengan kebutuhan air, baik untuk keperluan pribadi, rumah tangga, maupun industri. Air merupakan kebutuhan pokok semua mahluk hidup yang harus tersedia di setiap saat. Meskipun 75% permukaan bumi ini meliputi air, baik dalam bentuk air permukaan maupun air dalam, namun tidak semua jenis air dapat digunakan atau dikonsumsi manusia (Rachrurroja, H., 2010). Sumur adalah suatu wadah atau tempat yang dibuat oleh manusia untuk menampung sumber air dari hujan atau lapisan akuifer didalam tanah.

Sumur Gali adalah sumur yang dibuat secara manual, yaitu dengan cara penggalian oleh tenaga manusia dengan kedalaman 5 sampai 20 meter, tergantung dimana lokasi membuat sumurnya, rata-rata diameter sumur gali 1 sampai 2 meter. Karena sifatnya yang sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan menjadikan sumur ini membutuhkan sebuah tembok pelindung yang bisa mencegah terjadinya kontaminasi lain masuk ke dalam air dan membuat tidak aman untuk digunakan. Cara mengambil airnya pun masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan menggunakan ember yang ujungnya diikat menggunakan tali lalu dikerek ke atas permukaan sumur.

salah satu contuh sumur
Sumur gali dengan dinding bata merah (Foto: hydromart co.id)

Sumur Resapan adalah salah satu cara yang digunakan untuk menyimpan air hujan yang jatuh dari langit atau tempat yang kedap air lainnya dan dialiri ke dalam tanah. Secara bentuk ternyata sumur resapan sangatlah mirip dengan sumur galian, rata – rata kedalamannya kisaran 5 meter. Saat ini, diperkotaan dengan lahan yang sempit, aplikasi sumur resapan dengan sumur bor dangkal.

Salah satu contoh sumur
Contoh design sumur resapan (Foto: wartapalaindonesia.com)

Sumur Bor adalah sumur yang dibuat melalui pengeboran secara manual maupun mesin dengan konstruksi pipa bergaris tengah lebih dari 2 (dua) inci sampai ketemu lapisan akuifer (pembawa air). Sumur bor manual yaitu proses pengeboran mengunakan peralatan sederhana dengan tenaga manusia, rata – rata kedalamannya kurang lebih 30 meter. Sedangkan sumur bor mesin yaitu proses pengeboran lapisan tanah dalam mengunakan mesin modern dan canggih, rata – rata kedalamannya mulai 30 meter sampai 200 meter.

salah satu contoh sumur
Bor sumur manual (Foto: hartono)
salah satu contoh sumur
Bor sumur mesin (Foto: rezca)

Sumur artesis hampir sama dengan sumur bor dalam proses pengeboran maupun bentuk kontruksinya, hanya yang membedakan adalah sumber mata airnya. Kemampuan sumber mata air keluar sendiri tanpa dipompa dikarenakan sudah ada cukup tekanan dari dalam tanah yang membuat air bisa keluar sendiri dengan mudah.

Ada banyak sekali kasus di mana pada permukaan tanah yang sedikit mencekung dan tanah tersebut memiliki tekstur yang keras dan terdapat susunan batuan di dalamnya. Kondisi tersebut akan mengakibatkan air yang tersimpan di dalamnya akan semakin penuh secara perlahan dan menyebabkan terjadinya tekanan melawan gaya grafitasi yang membuat air keluar dari dalam tanah.

salah satu cotoh sumur
Contoh bor sumur artesis (Foto:hartono)

Sumur pantau hampir sama dengan sumur bor dalam proses pengeboran maupun bentuk kontruksinya, hanya yang membedakan adalah letak sumur bornya. Kebanyakan sumur pantau berada dilokasi cekungan tanah, sumur pantau khusus yang dibuat dan ditempatkan pada lokasi terpilih untuk mengamati parameter perubahan tinggi muka air tanah.

salah satu contoh sumur
Contoh sumur pantau (Foto: PT. PRIA)

Sumur Pasak atau pantek adalah sumur yang dibuat dengan cara pengeboran untuk mengambil air tanah pada akuifer dangkal menggunakan konstruksi dengan pipa bergaris tengah maksimum 2 inchi atau ± 5 cm (lebih kurang lima sentimeter). Sumur pasak lebih terkenal dengan sumur bor manual, yaitu masih mengunakan peralatan sederhana dan tidak terlalu dalam.